Senin, 01 November 2010

Krisis Identitas

Menurut Yatim Riyanto (1996:28-40), penelitian eksperimen merupakan penelitian yang sistematis, logis, dan teliti didalam melakukan kontrol terhadap kondisi. Dalam pengertian lain, penelitian eksperimen adalah penelitian dengan melakukan percobaan terhadap kelompok eksperimen, kepada tiap kelompok eksperimen dikenakan perlakuan-perlakuan tertentu dengan kondisi-kondisi yang dapat di kontrol.


Dalam sebuah eksperimen memang wajar bila seseorang melakukan hal2 aneh yg tidak masuk di akal, terkadang memang seperti orang gila dan lingkunnganya pun dapat mengambil kesimpulan dia memang orang gila. Tapi itulah orang pintar, melakukan eksperimen untuk mengetahui hasil yg real dan sebenarnya dan yg tidak diketahui oleh orang awam. seperti halnya Einstein, dia adalah orang jenius, tapi pada masa eksperimenya dia justru di anggap orang gila. Tapi hasilnya kita gunakan dan kita pelajari sampai sekarang ini, itulah hasil dari seseorang yg disebut gila pada zamanya. Kepribadian ganda terbentuk dari rasa traumatik masa kecil yang biasanya terjadi antara umur 4-6 tahun. Penderita menghibur diri sendiri dari sesuatu yang menyakitkan dengan menciptakan kepribadian lain buat menampung semua perasaannya. Dengan kata lain anak berusaha melindungi dirinya dari hal yang kurang mengenakan yang pernah dialami. Biasanya itu merupakan pengaruh psikologis, saraf atau ganguan gen dari anak itu sendiri, atau ada sesuatu trauma yg sangat mendalam dari dirinya seperti ia telah kehilangan ibunya yg sangat ia sayang, maka ia membuat sebuah sosok dalam imajinasinya yg berwujud ibunya, dan ia seolah-olah bersama ibunya dan melakukan aktifitas sehari-hari dengan ibunya dan tentu si anak itu menikmatinya.  Tidak semua orang dapat menikmati dan melihat imajinasi si anak itu, karna hanya dia yg mampu berkomunikasi dan berfantasi dengan sosok yg ia buat sendiri, biasanya orang awam menyebutnya Autis, idiot, Gila atau apapun itu, padahal kata2 yg di ucapakan oleh orang awam itu bukan merupakan penyakit yg diderita dari sang anak tersebut. Hanya ahli psikologis dan orang tua yg mampu membantu pengobataanya, dan tentu dibantu oleh masyarakat disekitar lingkunganya. jadi dari anggapan di atas tentu beda pola pikir orang yg bereksperimen dengan orang yg memiliki kepribadian ganda.
pengaruh psikologis memang mempengaruhi jiwa seseorang, tanya saja pada diri anda sendiri, kalau anda senang tentu semua hal yg anda kerjakan tentu akan nyaman. jadi tentu pengaruh psikologis mempengaruhi konsep indentitas yg fleksibel. Bagaimana anda mengkonsepi diri anda dan itulah fleksibelitas dari diri anda.
Dunia maya merupakan sesuatu hal yg sangat universal dan mudah, hari ini dikirim dan hari ini sampai. jadi dunia maya merupakan sesuatu transisi yg sangat modern dan ruang yg fleksibel untuk digunakan. Banyak hal2 yg bisa dimanfaatkan dari internet, mulai cari uang sampai cari jodoh semua bisa pakai internet, maka oleh sebab itu internet disebut realitas virtual.
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar